PEMANFAATAN SPEKTROSKOPI REFLEKTANSI DALAM PENGINDRAAN JAUH SENSOR OPTIS UNTUK EKSPLORASI MINERAL

Arie Naftali Hawu Hede, Syafrizaldan Mohamad Nur Heriawan

Abstract


Spektroskopi reflektansi merupakan salah satu metode non-desktruktif dan tanpa kontak yang cepat dalam mengidentifikasi material dalam hal ini mineral dan batuan. Teknik ini menggunakan sifat reflektansi yang terjadi pada rentang gelombang elektromagnetik tampak hingga inframerah gelombang pendek (0,4–2,5 µm) dimana rentang gelombang ini juga memiliki kesesuaian dengan produk sensor optis seperti foto udara dan citra satelit multi-/hiperspektral. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan spektroskopi reflektansi yang digunakan dalam pengindraan jauh (indraja) dengan tujuan untuk eksplorasi mineral. Analisis terhadap respon spektral seperti bentuk absorpsi, posisi, dan reflektansi absolut untuk interpretasi jenis material dilakukan terhadap hasil pengukuran langsung menggunakan spektroradiometer. Hasil ini selanjutnya menjadi basis data dan disesuaikan guna keperluan pencitraan spektroskopi disamping menggunakan basis data yang sudah tersedia. Penelitian mengambil studi kasus pemetaan alterasi hidrotermal dan identifikasi mineral ikutan timah termasuk mineral pembawa unsur tanah jarang.Teknik pemetaan spektral yang didemonstrasikan antara lain spectral angle mapper, linear spectral unmixing, perbandingan dan komposit band, serta metode berbasis principal component analysis. Hasil kajian memperlihatkan kapabilitas penggunaan metode indraja berdasar prinsip reflektansi dalam memetakan daerah potensi mineral khususnya pada daerah terbuka. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah pada daerah yang ditutupi tumbuhan penggunaan metode berbasis reflektansi memerlukan perlakuan khusus terutama untuk penekanan reflektansi tumbuhan terhadap mineral guna mengekstrak peta sebaran mineral. Dengan menggunakan metode analisis dan pemilihan citra dengan panjang gelombang yang tepat, pemetaan indraja menggunakan prinsip spektroskopi reflektansi menjadi salah satu inovasi dalam eksplorasi mengingat teknologi pencitraan yang juga terus berkembang.


Keywords


spektroskopi reflektansi, mineral, indraja, citra satelit

Full Text:

PDF

References


Bogie, I., Kusumah, Y. I., & Wisnandary, M. C. (2008): Overview of the Wayang Windu geothermal field, West Java, Indonesia, Geothermics, 37(3), 347–365.

Carranza, E. J. M. dan Hale, M. (2002): Mineral imaging with Landsat Thermatic Mapper data for hydrothermal alteration mapping in heavily vegetated terrane, International Journal of Remote Sensing.

Fraser, S. J. dan Green, A. A. (1987): A software defoliant for geological analysis of band ratios, International Journal of Remote Sensing, 8(3), 525–532.

Hauff, P. (2008): An overview of VIS-NIR-SWIR field spectroscopy as applied to precious metals exploration, Arvada, Colorado: Spectral International Inc, 80001, 303–403.

Hede, A. N. H., Firdaus, M. A., Prianata, Y. L. O., Heriawan, M. N., Syafrizal, S., Syaeful, H., & Lubis, I. A. (2019). Spektroskopi Reflektansi Sampel Tanah dan Batuan yang Mengandung Mineral Pembawa Unsur Tanah Jarang dan Radioaktif, Eksplorium.

Hede, A. N. H., Koike, K., Kashiwaya, K., Sakurai, S., Yamada, R., dan Singer, D. A. (2017): How can satellite imagery be used for mineral exploration in thick vegetation areas? Geochemistry, Geophysics, Geosystems.

Pour, A. B., Hashim, M., dan van Genderen, J. (2013): Detection of hydrothermal alteration zones in a tropical region using satellite remote sensing data: Bau goldfield, Sarawak, Malaysia, Ore Geology Reviews, 54, 181–196.

Purwadi, I., van der Werff, H., dan Lievens, C. (2019): Reflectance spectroscopy and geochemical analysis of rare earth element-bearing tailings: A case study of two abandoned tin mine sites in Bangka Island, Indonesia. International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation.

Sabins, F. F. (1999): Remote sensing for mineral exploration, Ore Geology Reviews, 14(3–4), 157–183.

Salamba, K. E., Hede, A. N. H., dan Heriawan, M. N. (2019): Identification of alteration zones using a Landsat 8 image of densely vegetated areas of the Wayang Windu Geothermal field, West Java, Indonesia, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.

Turner, D. J. (2015): Reflectance spectroscopy and imaging spectroscopy of rare earth element-bearing mineral and rock samples, The University of Columbia.

van der Meer, F. D., van der Werff, H. M., van Ruitenbeek, F. J., Hecker, C. A., Bakker, W. H., Noomen, M. F., dan Woldai, T. (2012): Multi- and hyperspectral geologic remote sensing: A review, International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 14(1), 112–128.

Werner, T. T., Mudd, G. M., Schipper, A. M., Huijbregts, M. A. J., Taneja, L., dan Northey, S. A. (2020): Global-scale remote sensing of mine areas and analysis of factors explaining their extent. Global Environmental Change, 60, 102007.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.