ANALISIS PERUBAHAN GEOMETRI BEKAS LUBANG BHM PADA OPERASI BOREHOLE MINING DI WILAYAH BEKAS TAMBANG TIMAH ALUVIAL BERDASARKAN DATA GEOFISIKA

Timothy Antonio, Mohamad Nur Heriawan, Wahyudi Widyatmoko Parnadi, Cahyo Okta Ardian, Satyo Dian Amertho, Ichwan Azwardi Lubis

Abstract


Sisa cadangan timah aluvial di sekitar bekas tambang besar dapat menjadi peluang dalam mengoptimalisasi potensi cadangan menggunakan sistem penambangan skala kecil. Salah satu terobosan terbaru dalam sistem penambangan sisa cadangan timah aluvial di darat adalah metode borehole mining (BHM). Namun operasi penambangan menggunakan BHM memiliki beberapa dampak lingkungan terutama terkait dengan bekas lubang yang ditinggalkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan geometri bekas lubang tersebut baik di permukaan maupun di bawah permukaan melalui pengamatan langsung di lapangan serta pengukuran dengan metode geofisika. Lokasi studi berada di bekas tambang besar Blok Air Nudur di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode geofisika yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan geometri bekas lubang BHM adalah GPR (ground penetrating radar) dan IP (induced polarization). Metode GPR memiliki kemampuan visual bawah permukaan dengan resolusi tinggi pada kedalaman dangkal serta metode ini dapat membedakan lapisan yang stabil dan tidak stabil. Metode IP digunakan untuk menentukan lapisan batuan penutup dan kondisi lapisan aluvial yang sebagian sudah menjadi lubang. Kedua metode ini akan saling menguatkan dalam menginterpretasikan perubahan geometri bekas lubang BHM X dan BHM Y. Perubahan diameter lubang dan kedalamannya diukur langsung di lapangan dalam kurun waktu 2 (dua) bulan sejak selesai dilakukan operasi penambangan dengan metode BHM diikuti dengan pengukuran topografi secara berkala menggunakan UAV (unmanned aerial vehicle). Hasil pengamatan terhadap perubahan elevasi permukaan tanah di sekitar bekas lubang BHM terdapat indikasi penurunan permukaan tanah sekitar 1 m. Sedangkan hasil pengolahan data GPR menunjukkan perubahan geometri lubang dengan pola radargram hummocky menjadi chaotic. Interpretasi dari pengolahan data IP menunjukkan nilai dan chargeabillity 3 – 12 ms pada lapisan aluvial yang terganggu di sekitar bekas lubang BHM X dan BHM Y.


Keywords


BHM, GPR, IP, perubahan topografi, bekas lubang.

Full Text:

PDF

References


Lowrie, W. 2007. Fundamental of Geophysic. California: Cambridge University

Lubis, I. A., Susilo, R. B., & Romi, S. (2014). A Technological Innovation To Conserve Tin Alluvial Mining : Subsurface Hydraulic Mining by BTM-SR-4 Equipment. Journal of S&T Policy & R&D Management, 12(2), 147–156.

Lubis, I.A., Susilo, R.B., & Romi, S. (2012). A Technological Innovation To Conserve Tin Alluvial Mining: Hydraulic Mining by BTM-SR-4 Equipment, PT Timah (Persero) Tbk.

Malla, Geoscience, Ramac (1997). GPR Software Manual. Swedia.

Reynolds, J.M. (2004). An Introduction to Applied and Environmental Geophysics, John Willey and Sons, 681-749.

Telford, W.M., Geldart, L.P., & Sheriff, R.E. (1990). Applied Geophysics (2nd ed), New York: Cambridge University Press.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.