ANALISIS BALIK MENGGUNAKAN ACUAN DEFORMASI AKTUAL PERMUKAAN LERENG TAMBANG DALAM MENENTUKAN KEKUATAN BATUAN DI PIT WR PT ADARO INDONESIA

Adika Febriadi, Aloysius Dearga, Reko A Rampan, Hanung Oktavianto, Patmo Nugroho

Abstract


Dalam operasional penambangan batubara, diperlukan acuan desain yang telah melalui analisis geoteknik. Acuan-acuan serta asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng tersebut haruslah mendekati kondisi aktual di lapangan, khususnya properti kekuatan batuan yang digunakan. Dari penelitian dan pengujian pressuremeter yang pernah dilakukan di PT Adaro Indonesia pada tahun 2009, didapatkan bahwa nilai UCS hasil uji laboratorium yang menjadi data input utama dalam pemodelan geoteknik untuk analisis kestabilan lereng di Pit WR PT Adaro Indonesia lebih kecil 1,5 kali dibandingkan UCS insitu hasil uji pressuremeter di lapangan.

Data deformasi aktual permukaan lereng yang direkam oleh instrumen RTS (Robotic Total Station) di PT Adaro Indonesia merupakan salah satu acuan akurat yang merepresentasikan kondisi aktual lereng. Data tersebut juga dapat digunakan untuk menentukan kekuatan batuan melalui analisis balik. Metode analisis balik dari deformasi aktual permukaan lereng tersebut telah dikembangkan oleh Sakurai dan Nakayama (1999) dengan memperkenalkan anisotropic parameter (m) dalam analisisnya, dan selanjutnya dikaji dan diuji coba di PT Adaro Indonesia.

Dalam kajian ini, digunakan fitur Constitutive model plug-in dalam software RS2 9.0 untuk mengakomodir parameter anisotropik (m) ke dalam Matrix Elastisitas [D] pemodelan pada software. Dari hasil pengamatan rekaman instrumen RTS, menunjukan rata-rata deformasi aktual permukaan lereng high wall Pit WR bulan September – Oktober 2019 adalah 23.3 mm. Lalu dilakukan iterasi parameter anisotropik (m) pada lapisan-lapisan batuan dalam model untuk mendapatkan deformasi lereng pemodelan sebesar 25.2 mm yang mendekati deformasi aktual lereng. Selanjutnya, nilai-nilai parameter anisotropik (m) tersebut digunakan untuk menentukan nilai kohesi lapisan-lapisan batuan pada lereng yang kemudian digunakan dalam perhitungan faktor keamanan lerengnya dengan hasil SRF=1.34. Maka disimpulkan nilai UCS hasil uji laboratorium di lereng high wall Pit WR PT Adaro Indonesia harus dikonversi sebesar 1.27 kali untuk mendapatkan angka faktor keamanan SRF=1.33 yang masih ekivalen dengan faktor keamanan hasil analisis balik.


Keywords


Analisis Balik, Deformasi Lereng, Sakurai, Parameter Anisotropik

Full Text:

PDF

References


Golder Associates., (2009): Trial Pressuremeter to Obtain Material Strength Parameters Tutupan and Wara Coal Mines South Kalimantan. Laporan internal PT Adaro Indonesia.

PT Adaro Indonesia., (2020): Kajian Teknis Validasi Rockmass Properties HW Pit WR. Laporan internal PT Adaro Indonesia.

Rocscience., RS2 Modul Tutorial: Constitutive Model Plug-In for Phase2

Rocscience., RS2 Modul Tutorial: Strength Factor

Sakurai, S., (2017): Back Analysis in Rock Engineering. CPC Press (Taylor & Francis Group). London, UK


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.143

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.