KUTUKAN SUMBER DAYA ALAM TIMAH: IRONI KETIMPANGAN DALAM KELIMPAHAN TAMBANG BANGKA BELITUNG

Samuel Christian Sitompul, Adinda Ramadhani Haka Putri

Abstract


Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Kekayaan tersebut tersebar baik di daratan maupun di lautannya. Salah satu sumber daya yang menjadi komoditas andalan Indonesia saat ini adalah timah di Bangka Belitung. Berdasarkan data Laporan Tahunan PT. Timah 2018, potensi sumber daya timah sebesar 1.043.633 ton bijih, sementara cadangannya 415,359 ton bijih. Sebesar ini kelimpahannya, seharusnya menjadikan Indonesia negara yang mampu menopang perekonomiannya. Namun faktanya, masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Menurut data BPS 2018, jumlah penduduk miskin di Bangka Belitung sebesar 76,26 ribu jiwa. Fenomena ini dikenal dengan sebutan kutukan sumber daya alam (natural resource curse/NRC). NRC merupakan suatu fenomena di mana kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu negara atau daerah tertentu tidak mampu menciptakan pembangunan yang menyeluruh. Pendekatan yang digunakan penulis berupa metode kualitatif yang menjelaskan mengenai peluang pengelolaan industri ekstraksi sumber daya mineral timah di Bangka Belitung kaitannya terhadap kemandirian perekonomian masyarakat sekitar tambang. Di samping itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa review literatur, analisis kebijakan, dan rekomendasi kebijakan. Fenomena NRC dinilai berdasarkan parameter keberlimpahan atau ketergantungan sumber daya alam dengan kinerja perekonomiannya. Demikian pula, Provinsi Bangka Belitung masih mengandalkan timah sebagai pendongkrak utama perekonomiannya (Tin Based Economy). Hal ini terbukti dari angka GRDP Bangka Belitung dalam kurun 5 tahun terakhir kontribusi industri pertambangan terhadap aktivitas ekonominya sebesar 12%. Fenomena NRC terjadi karena dua faktor, yaitu ekonomi dan politik. Faktor-faktor tersebut menggambarkan kondisi mengapa laju pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, pendapatan per kapita yang lebih kecil, dan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah akan lebih banyak terjadi di negara atau wilayah yang lebih kaya akan sumber daya alamnya. Dari fenomena ini, dibutuhkan solusi berupa dibentuknya SWF (Sovereign Wealth Fund) melalui 12 langkah pengelolaan NRC untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesiapan ketika sumber daya timah tidak menjanjikan lagi (shifting economy).


Keywords


sumber daya alam timah, Bangka Belitung, kemiskinan, kutukan sumber daya alam, SWF

Full Text:

PDF

References


Auty RM. 2007. Natural Resources, Capital Accummulation and the Resource Curse. Ecological Economic, 61(4):627-634.

Badan Pusat Statistik 2017, data diperoleh melalui situs internet: https://babel.bps.go.id/pressrelease/2018/01/02/503/september-2017--penduduk-miskin-bangka-belitung-mencapai-5-30-persen.html. Diunduh pada tanggal 21 Oktober 2020.

Badan Pusat Statistik 2014, data diperoleh melalui situs internet: https://wowbabel.com/2019/09/26/pertambangan-timah-penyumbang-terbesar-perekonomian-babel. Diunduh pada tanggal 20 Oktober 2020

Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2014, data diperoleh melalui situs internet: http://bappeda.babelprov.go.id/content/pemulihan-dan-pemanfaatan-lahan-bekas-penambangan-timah. Diunduh pada tanggal 25 Oktober 2020.

Buku Data Statistik Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2015, data diperoleh melalui situs internet: http://bappeda.babelprov.go.id/content/pemulihan-dan-pemanfaatan-lahan-bekas-penambangan-timah. Diunduh pada tanggal 25 Oktober 2020.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 2015. data diperoleh melalui situs internet: http://bappeda.babelprov.go.id/content/pemulihan-dan-pemanfaatan-lahan-bekas-penambangan-timah. Diunduh pada tanggal 25 Oktober 2020.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Banten. 2020. Data diperoleh melalui situs internet: https://dpmptsp.bantenprov.go.id/Berita/topic/470

Dirjen ESDM Rekapitulasi Izin USAHA Pertambangan Provinsi Babel Cnc dan Non CnC 2017. Data diperoleh melalui situs internet: https://wowbabel.com/2019/06/19/inilah-beberapa-pemegang-iup-op-cnc-dan-non-cnc-di-babel. Diunduh pada tanggal 27 Oktober 2020.

Dewenter, Kathryn, and Paul Malatesta, 2010.

KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi]. 2017. Penataan Izin Batubara dalam Koordinasi dan Supervisi KPK. Jakarta (ID): Komisi Pemberantasan Korupsi.

Rahma, H., 2019. Fenomena Natural Resource Curse dalam Pembangunan Wilayah di Indonesia (Doctoral dissertation, IPB University).

Pemulihan dan Pemanfaatan Lahan Bekas Penambangan Timah, data diperoleh melalui situs internet: http://bappeda.babelprov.go.id/content/pemulihan-dan-pemanfaatan-lahan-bekas-penambangan-timah. Diakses pada tanggal 4 Oktober 2020.

PT Timah Tbk. 2018. Laporan Tahunan PT Timah Tbk 2018.

Natural Resource Governance Institute, 2014.

Rulyanti Susi Wardhani, Devi Valeriani. 2016. Green Tourism dalam Pengembangan Pariwisata Bangka Belitung. Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC

Sachs JD, Warner AM. 2001. The Curse of Natural Resources. European

Economic Review 45(4-6):827-38.

Susanto. 2015. DAERAH KOLONG TIMAH DI BANGKA BELITUNG DENGAN DATA SATELIT SPOT_6. Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2015 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, 17 November 2015.


Article Metrics

Abstract view : 37 times
PDF - 139 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.162

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.