BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG

Wisnu Setiono

Abstract


Pertambangan adalah usaha kegiatan yang mengambil sumber daya alam di dalam bumi dari mulai eksplorasi, pembukaan tambang, operasi sampai pasca tambang. Sumber daya alam yang ada diperut bumi haruslah diambil dengan cara dan kaidah pertambangan yang baik. Oleh karena itu pertambangan haruslah legal/berizin. Karena dengan legal maka akan diketahui apakah penambang itu paham kaidah penambangan yang baik dan apakah lahan itu ekonomis ditambang. Jangan sampai pola penambangannya akan membuat masalah pada komponen lingkungan yang ada disekitar tambang.

Faktor evaluasi untuk mengetahui tingkat kepentingan dampak pada usaha pertambangan adalah jumlah masyarakat yang terkena dampak. Jika banyak masyarakat terkena dampak yang tidak mendapatkan manfaat lebih banyak dibandingkan masyarakat terkena dampak dan mendapat manfaat maka kegiatan usaha pertambangan ini masuk kategori dampak penting. Manusia yang ada di sekitar tambang harus mendapatkan manfaat yang besar dari usaha pertambangan tersebut. Mereka adalah kelompok masyarakat pertama yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha pertambangan.

Masyarakat sekitar tambang banyak dirugikan dengan adanya operasional tambang. Kebanyakan dari mereka terusir dari lingkungannya. Padahal seharusnya merekalah yang paling bahagia dengan adanya aktivitas pertambangan. Tambang yang legal saja banyak masyarakat sekitarnya yang diabaikan , kalaupun dapat kontribusi tapi sangat tidak sebanding dengan hasil yang mereka dapatkan. Apalagi tambang ilegal yang mana tidak ada pengawasan dari instansi resmi.

Harus ada program CSR dan Sosial Pertambangan yang terencana dan terukur. Program sebaiknya tidak hanya memberikan ikan yang berpotensi memelihara kemiskinan. Tapi haruslah dirancang program yang memberikan kail sehingga mereka tergerak untuk aktif bangkit dari kemiskinan atau dari keadaannya yang sekarang.

Pada peneltian ini Saya ingin memberikan salah satu resep CSR yang bisa dicoba oleh perusahaan tambang untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitarnya. Metode penelitiannya yaitu metode deskriptif. Metode ini berusaha menggambarkan objek atau subjek  apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara fakta dan karakteristik objek  yang  diteliti secara tepat.

Program CSR dan Sosial Pertambangan haruslah menjadi jalan keluar dari cerita suram nan kelam dari keluarga – keluarga disekitar lokasi tambang. Tenaga SDM yang ada dibidang tersebut sebaiknya SDM yang berkompeten dalam bidang CSR dan Sosial Pertambangan. Bukanlah SDM yang asal rekrut tidak sekompetitif rekrutment SDM di bagian teknisnya. Sumber daya alam ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, maka sudah tentu bentuk syukur kita dengan menambang yang baik dan nantinya mengembalikan ke rona awal bukan merusaknya.Selain itu bentuk syukur lainnya adalah berbagi kebahagiaan dengan masayarakat sekitarnya karena mereka berhak atas kekayaan yang ada disekitar tenpat tinggalnya.

 


Full Text:

PDF

References


Dr. Ir. Masyhuri. (2010): Metodologi Penelitian, 45.

Sugiyono. (2014): Metode Penelitian, 59.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.175

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.