LONGSORAN DISEBABKAN OLEH HUJAN PADA MASSA BATUAN: STUDI KASUS PADA TAMBANG BATUBARA SENAKIN

Galih W. Swana, Maulana Ashari

Abstract


Longsoran disebabkan oleh hujan seringkali muncul pada area dengan iklim tropis. Intensitas hujan yang berat yang cukup umum terjadi di Indonesia adalah penyebab utama dari hal tersebut. Di proyek tambang, bukaan lereng bukan hanya dibuat pada lereng pit tambang tapi ada juga pada drainase lereng tambang. Pada April 2020, terdapat longsoran pada drainase Tambang Senakin yang disebabkan oleh tingginya curah hujan. Berdasarkan dari laporan investigasi longsor, longsoran dikategorikan sebagai longsoran yang disebabkan oleh hujan. Lereng yang longsor adalah lereng batuan yang memiliki bidang diskontinuitas yang umumnya disebut sebagai massa batuan. Selain itu, massa batuan pada area ini di kategorikan sebagai medium rock mass dengan terdapat bidang diskontinuitas yang cukup persisten dan berpotensi sebagai bidang gelincir serta bersifat tidak menguntungkan terhadap geometri lereng. Analisis balik dilakukan menggunakan kombinasi sensitivity analysis dan trial & error method dengan mensimulasikan tekanan pori air bertahap. Berdasarkan hasil analisis balik tersebut dengan curah hujan yang ada, material yang longsor adalah material yang sebelumnya merupakan area wetting front.

 Dari longsoran tersebut, penulis mencoba untuk menghubungkan pengaruh curah hujan yang tinggi dengan lereng massa batuan, termasuk kenaikan pore pressure seiring dengan berjalannya waktu, perilaku massa batuan  ketika wetting front muncul, dan kemungkinan kemungkinan lain yang ada pada longsoran tersebut. Diharapkan dengan adanya paper ini, dapat digunakan untuk mengurangi uncertainties dalam asesmen geoteknik sehingga optimisasi batubara dapat dilakukan berdasarkan dengan parameter hidrologi yang lebih optimis.


Keywords


Hujan, Longsor, Massa Batuan, Hidrologi

Full Text:

PDF

References


Arutmin Indoneia, PT. (2020): Failure Investigation Report of Mine Drainage Blencong, Tidak dipublikasikan.

Aryal, K.P. (2008): Differences between LE dan FE Methods used in Slope Stability Evaluations, Journal of 12th International Conference of International Association for Computer Methods and Advances in Geomechanics (IACMAG), Goa, India.

Bieniawski, Z.T. (1989): Engineering Rock Mass Classifications: a Complete Manual for Engineers, Geologists, in Mining, Civil, and Petroleum Engineering, John Willey and Sons, Kanada.

Cruden, D.M., & Varnes D.J., (1996): Landslide Type & Processes, Special Report – National Research Council, Transportation Research Board 247: 36-75, Research Gate.

Hoek, E. (2006): Rock Engineering Course Notes, Rocscience, Vancouver, Kanada.

Khusaeri A. R., Kasim T., Yunasril. (2018): Kajian Teknis Sistem Penyaliran Tambang pada Tambang Terbuka Batubara PT. Nusa Alam Lestari Kenagarian Sinamar, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, Jurnal Bina Tambang Volume 3 Nomor 3 ISSN 2302-333, Indonesia

Romana, M.R., (1984): A Geomechanical Classification for Slopes: Slope Mass Rating, Pergamon Press, Oxford – New York, Seoul, Tokyo.

Salve, R., Ghezzehei, T.A., & Jones R. (2008): Infiltration into Bedrock, Water Resource Research Volume 44 Issue 1, Wiley & Jones Online Library.

Todd, D. K., & Mays, W.L. (2005): Groundwater Hydrology, John Wiley and Sons, Inc., United States of America.

Wyllie, D. C. & Mah, W.C. (2004): Rock Slope Engineering, (Civil and Mining) 4th ED, Spoon Press Taylor & Francis Group, London & Newyork.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.