STUDI ANALISA KETERDAPATAN AIRTANAH PADA TAMBANG UTARA DAN SELATAN POMALAA DENGAN PENDEKATAN WATERSHED MODELLING SYSTEM

Reza Riezqi Ramadhan, Pramudya Septian, M Arief Wicaksono, Febri Prihasto

Abstract


Airtanah merupakan salah satu aspek penting dalam aktivitas penambangan yang perlu untuk diidentifikasi dan diketahui baik pola aliran permukaan maupun pola atau model aliran air bawah permukaan. Hal tersebut dikarenakan, dengan kita mengetahui pola aliran air baik permukaan maupun bawah permukaan perencanaan penambangan akan semakin detil dan komprehensif sehingga dapat mengantisipasi dan memitigasi risiko yang akan muncul dikemudian hari akibat airtanah tersebut. Penelitian dilakukan untuk melakukan identifikasi keterdapatan air tanah pada tambang utara, pit Everest, Pomalaa dan tambang selatan dengan pendekatan awal berupa watershed modelling system. Metode penelitian menggunakan data primer berupa data muka airtanah, pendekatan geolistrik serta topografi atau kontur sebagai acuan. Analisa yang digunakan menggunakan pendekatan delineasi basin airtanah permukaan sebagai indikasi awal lalu dikonfirmasi dengan data bawah permukaan berupa model 2D dan 3D muka airtanah serta pemodelan resistivitas untuk mengetahui sebaran akuifer. Hasil penelitian menunjukan dengan pendekatan watershed dapat diketahui indikasi awal seepage atau rembesan pada Pit Everest, Tambang utara lalu dikonfirmasi dengan data bawah permukaan bahwa pada titik seepage elevasi topografi dan elevasi model muka airtanah berada pada level yang sama sehingga titik tersebut merupakan titik luahan sesuai dengan kenampakan aktual lapangan pada Pit Everest.

Sementara pada area tambang selatan, baik model muka airtanah serta model resistivitas menunjukan level airtanah berada dibawah topografi sehingga tidak ada rembesan atau seepage yang menghambat aktivitas penambangan tambang selatan. Dengan pendekatan ini maka dapat diketahui keterdapatan airtanah serta pola aliran air baik pada permukaan maupun bawahpermukaan pada tambang utara dan selatan site Pomalaa. Selain itu paradigma preventif dapat diterapkan pada lokasi lain agar dapat memitigasi risiko akibat airtanah lebih awal.


Keywords


Watershed, Muka Airtanah, Model resistivitas, delineasi

Full Text:

PDF

References


Ahmad, W. (2008). Nickel Laterites: Fundamental of Chemistry, Mineralogy, Weathering Processes, Formation, and Exploration. Vale Inco – VITSL.

Indra Kusuma, R., Kamaruddin, H., Wibawa, R., & Kamil, M. (2015). Geological Prospect, Resource and Ore Reserve Estimation in Pomalaa, Kolaka, Southeast Sulawesi. Proceedings MGEI Annual Convention 2015, Balikpapan.

Simandjuntak T.O, Surono, S. (1993). Peta Geologi Lembar Kolaka, Sulawesi. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Peta Cekungan Airtanah lembar Kolaka, data diperoleh melalui situs internet:

http://pamsimas.org/data-aplikasi/data-peta/cekungan-air-tanah. Diunduh pada tanggal 1 September 2020


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.187

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.