IMPLEMENTASI INTEGRASI PROSES PENGOLAHAN BAUKSIT DAN PEMANFAATAN RED MUD DI TAYAN, KALIMANTAN BARAT UNTUK INDONESIA MAJU 2045

Arya Fitra Jaya, Monika Pasuria Rumapea, Noor Kharismawan Akbar

Abstract


Generasi Indonesia Emas 2045 merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017. Indonesia diproyeksikan akan mendapat bonus demografi pada tahun 2045. Atas dasar itu, pengembangan Sumber Daya Manusia di berbagai sektor perlu dioptimalkan, salah satunya di industri pertambangan pada sub-sektor pengolahan dan pemurnian bahan galian yang penting untuk dilakukan modernisasi industri melalui inovasi teknologi. Indonesia adalah negeri yang kaya akan cadangan & sumberdaya bijih bauksit yang salah satunya berada di Tayan, Kalimantan Barat. Menurut Undang-undang dan Peraturan Menteri ESDM, bauksit harus diolah dan dimurnikan di dalam negeri sebelum di ekspor. Oleh karena itu diperlukan sistem integrasi proses pengolahan bauksit dari bijih hingga alumina serta pemanfaatan produk samping berupa red mud. Makalah ini bertujuan untuk memberikan inovasi mengenai proses terintegrasi pengolahan bauksit dan pemanfaatan red mud. Makalah ini dibuat menggunakan metode studi literatur. Diberikan juga analisis mengenai hubungan antara satu proses dengan yang lain dan pembahasan mengenai pengaruh variasi kondisi percobaan terhadap hasil dari setiap proses. Kesimpulan diambil dari analisis dan pembahasan sistem terintegrasi yang dihubungkan dengan beberapa literatur dan teori untuk menjawab tujuan. Sistem yang dibuat terdiri dari beberapa proses yaitu scrubbing, pemisah magnetik, flotasi kebalikan, proses bayer, dan aplikasi potensial red mudyang diintegrasikan dalam bentuk diagram alir. Sistem ini adalah inovasi dalam peningkatan integrasi supply-chain dari hulu ke hilir, yang sejalan dengan program pemerintah. Inovasi sistem terintegrasi ini masih sebatas ide blue print yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk penerapannya pada skala lapangan.


Keywords


bauksit, alumina, red mud, Tayan.

Full Text:

PDF

References


Anugrah, R.I. dan Mamby, H.E. (2020) : Pelindian Alumina dan Besi Oksida Bijih Bauksit Kalimantan Barat dengan Metode Pelindian Asam Klorida, Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 16, 1-13.

Cahyono, Stefanus S., Syahfri Ildrem, Hutabarat, Johanes (2019): Peningkatan Mutu Bijih Bauksit Tayan Menggunakan Pemisah Magnetik. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 15, 23-30.

Dwinugroho, M.P. (2020) : Sumber Daya Manusia Unggul Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara Menghadapi Industri 4.0, Seminar Brighten Your Future, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Husaini dan Cahyono S.S. (2009): Peningkatan Kadar Bijih Bauksit Kijang dan Tayan dengan Metode Scrubbing. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 5, 147-162.

Husaini, Cahyono, S.S., Damayanti, Retno. 2014. Upgrading of Tayan’s Crude Bauxite Using Rotary Drum Scrubber. Indonesian Mining Journal, 17, 40-52.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2017. Peta Jalan Generasi Emas Indonesia 2045.

Maulinda, A., Patmawati, P. R. (2017): Pabrik Smelter Grade Alumina (SGA) dari Bauksit dengan Proses Bayer, Tugas Akhir Program Diploma, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, II6 - II12.

Smith, Peter., 2009. The processing of high silica bauxite – review of existing and potential processes. Hydrometallurgy, 98, 162-176.

Wahyudi, A., Kurniawan, W., Husaini, Azhari, Aziz, M., Hinode, H. (2015): Potential Application of Red Mud (Bauxite Residue) in Indonesia, Seminar-Workshop on Utilization of Waste Materials, Indonesia, 57 – 62.

Wulandari, W., Purwasasmita M., Sanwani E., Pixelina, A. A., Maulidan, A. (2017): Implementation of Reverse Flotation Method to Reduce Reactive and Non-Reactive Silica in Bauxite Ore from West Kalimantan, AIP Conference Proceedings, 1805.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.200

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.