EVALUASI PENAMBANGAN TIMAH METODE BOREHOLE MINING BERDASARKAN RENCANA KERJA DI TAMBANG KECIL TERINTEGRASI UNIT PRODUKSI DARAT BANGKA PT TIMAH Tbk

Muhammad Irfan, M. Ikrar Lagowa, Yudhi Achnopha

Abstract


PT Timah Tbk sering mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah konflik pembebasan lahan terutama pada penambangan metode tambang besar. Akibatnya, perusahaan mengalami situasi yang sangat sulit untuk membuat perencanaan tambang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan adanya Sistem Penambangan BHM (Borhole Mining)/  metode tambang bor bawah tanah yang diharapkan mempermudah aktivitas penambangan dengan pembukaan lahan minimal dan menghindari pembukaan lapisan penutup. Penelitian ini bertujuan mengetahui sistem perencanaan, masalah yang dihadapi dan solusi yang diharapkan. Pada penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk membandingkan target dan ketercapaian untuk bulan Oktober dan November. Berdasarkan target produksi 139,4 kg Sn/ bulannya namun tidak tercapai produksi pada bulan Oktober maupun November yakni masing – masing 62,45 Kg Sn dan 26, 38 Kg Sn. Kemudian, untuk jam jalan dengan target yaitu 184 jam/ bulan tidak tercapai pada bulan Oktober maupun November yaitu masing – masing sebesar 94 jam/ bulan dan 59 jam/ bulan. Masalah yang dihadapi tidak tercapainya target produksi dan jam jalan terdiri atas 2 penyebab diantaranya alat yang terdiri dari kendala mesin rusak, Jumbo Bag rusak, Cuaca dan Iklim, pipa aus, tripod bengkok dan karpet shakan lepas. Kemudian yang kedua faktor manusia yaitu lalai dalam melakukan pengawasan Solusi atas  permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target produksi diantaranya lakukan perawatan dan pengecekan terhadap mesin dan penambahan daya mesin yang lebih besar dari 26 Hp, perhatikan kondisi pipa sebelum dipergunakan, waspadai cuaca dan iklim serta perhatikan area pengolahan terutama pada shakanSehingga Borehole Mining (BHM) belum efektif walaupun harus menggunakan cadangan yang sesuai Break Event Grade (BEG) atau dengan biaya relatif rendah.


Keywords


BHM (borhole mining), Target Produksi dan Break Event Grade (BEG)

Full Text:

PDF

References


Annels, A. E. 1991. Mineral Deposit Evaluation, Chapman & Hall.

Azwardi, I. 2007. Penambangan Timah Alluvial. PT. Timah (Persero) Tbk.

Bishop, D., dan Kettle, P., 2006. Global Tin Consumption Tops 1,000 Tonnes Per Day. ITRI

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi kepulauan Bangka Belitung

Canonica, L.1991. Memahami Hidrolika. Bandung: Angkasa Bandung

Chappel, B.W., White A.J.R., 1974. Two Contrasting Granite Types, Pasific Geology 8, 173-174. Gafoer, S., Amin, T.C., Setyogroho, B., 1992. Peta Geologi Indonesia, Lembar Palembang, sekala 1 : 1000.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (PPPG) Bandung.

Cobing, EJ., 1992, The granite of the South-Easth Asian Tin Belt, British Geological Survei, London.Folk, R.L., 1980,Petrology of Sedimentary

Djumhana, D., 1995. Beberapa Aspek Petrologi Batuan Granitik di Daerah Bagian Barat P. Bangka, Kolokium Hasil Pemetaan dan Penelitian Puslitbang Geologi 1992/1993, Publikasi Khusus No. 16, 101-117, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Gafoer, S., Amin, T.C., Setyogroho, B., 1992. Peta Geologi Indonesia, Lembar Palembang, sekala 1 : 1000.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (PPPG) Bandung.

Hartman, H.L. 1987. Introductory Mining Engineering. John Wiley & Sons Inc.

Hutchison, R.W., 1980. Massive base metal sulphide deposits as guides to tectonicevolution. In: Strangeway D.W (ed.), The continental crust and its mineral deposits. Geological Association of Canada, Special Peper 20. 659-684.

Ishihara, S., 1980. Granite and Sn-W deposits of Peninsular Thailand, Mining Geology Spesial Issue. No. 8, 223-241.

Jansen, M.L., & Bateman, A.M. 1981. Economic Mineral Deposits. Third edition. John Wiley and Sons Inc.: Toronto.

Kaiser, P.K., Henning, J.G., Cotesta, L., 2002. Inoovations in Mine Planning and Design Utilizing Collaborative Immersive Virtual Reality (CIRV). In: Proceddings of the 10th CIM Annual Greeding Meeting, Vancouver.

Kapageridis, I K. 2005. The Future Of Mine Planning Software – New Tools and Innovations. Department Of Geotechnology and Enviromental Engineering, School of Technological Applications, Technological Education Institute of Macedonia, Kozani. Greece.

Lehmann, B., 1990. Metallogony of tin lecture Notes in Earth Sciences, 32. Springer-Verlag, Berlin.

Margono, U., Supandjono. R.J.B dan Partoyo,E., 1995. Peta Geologi Bangka Selatan, Sumatera, sekala 1 : 250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (PPPG) Bandung.

Mason, R. D., & Lind, D. A. 1999. Teknik Statistika Untuk Bisnis & Ekonomi. Jilid 2. Penerbit Erlangga.

Mustika Aji. 2010. Himpunan Standard Operating Procedure (SOP) Unit Tambang Darat, PT Timah (Persero) Tbk, Pangkalpinang. Tidak Dipublikasikan.

Ray, S., Evolution Of Mining Software Market In India, Datamine Internasional Ltd.,http:www.gisdevelopment.net/application/geology/mineral/geom0001pf.html

Strong, D.F., 1990, A Model for Granophile Mineral deposits, Ore Deposit Models, Geoscience Canada, Ontario

Taylor, R.G., 1979. Geology of Tin Deposits. Elsevier Scientific Publishing Company, Canada.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.206

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.