Analisis Hubungan Antara Peningkatan Travel Speed Truck dengan Match Factor untuk Menunjang Efisiensi Pengoperasian Truck pada Operasi Penambangan Pit Inul East P2B, HATARI Department, PT Kaltim Prima Coal

Wahyu Asmoro Nursandi, Agus Siswanto

Abstract


Pit Inul East P2B merupakan salah satu area operasional Hatari Department,
selain Pit Inul Middle. Berdasarkan plan 2018 material overburden 50.941 kbcm
dari Pit Inul East P2B dialokasikan di AB void dump dengan jarak tempuh 4,2 Km. Tantangan besar dalam operasional Pit Inul East adalah dump sequence yang semakin menjauh dan tuntutan untuk menciptakan praktek operasional yang efisien agar tetap menjadi industri pertambangan yang kompetitif. Sebagai persiapan agar Pit Inul East P2B dapat beroperasi sesuai rencana produksi dan cycle time tetap sesuai target, maka pertengahan tahun 2017 technical section Hatari Department menyampaikan gagasan membuat “jalan bebas hambatan” untuk dump truck. Technical section Hatari Department melakukan kajian secara komprehensif hubungan peningkatan travel speed truck dengan match factor. Tujuan akhir dari analisis tersebut adalah menetapkan guide line jumlah truck yang beroperasi bagi operation, serta menganalisis opportunity melakukan internal park up. Gagasan yang disampaikan oleh technical Hatari adalah menciptakan jalan bebas hambatan dengan panjang 4.2 km dengan kualitas jalan meminimalkan undulasi dan memisahkan jalur overburden truck dengan jalur kendaraan ringan, bahkan dengan coal truck. Sehingga truck mampu mengoptimalkan kecepatannya dan meminimalkan cycle time. Project travel speed diberi nama “Everest Road” dan ditargetkan awal tahun 2018 dapat digunakan. Dasar pemikiran Project Everest Road adalah rumus kecepatan dan match factor. Dalam rumus match factor, jumlah truck berbanding terbalik dengan cycle time. Kecepatan merupakan jarak tempuh dibagi waktu tempuh (cycle time). Cycle time berbanding terbalik dengan kecepatan, jika kecepatan maksimal tentu akan menghasilkan cycle time minimal. Sehingga dengan travel speed yang optimal akan menghasilkan cycle time minimal dan pengoperasian truck lebih sedikit atau lebih efisien.
Project Everest Road mulai dikerjakan akhir tahun 2017 dan mulai digunakan
Januari 2018. Konsekuensi pengoptimalan kecepatan truck tentu akan berimbas
akan munculnya debu dan diperlukan penambahan safety control. Untuk
mengontrol keselamatan akibat munculnya kenaikan kecepatan truck, maka dilakukan Risk Assessment. Sedangkan kontrol aspek lingkungan akibat timbulnya debu tetap mengacu pada Kepmen 1827K/MEM/30/2018, Pengelolaan Lingkungan Hidup Pada Kegiatan Pengangkutan. Selama penggunaan jalur Everest Road mampu menaikkan travel speed menjadi, sehingga menekan cycle time AB void dump 3.79 menit dan Hatari mampu melaksanakan effisiensi internal park up trucks EH4500.


Keywords


match factor, cycle time, dan travel speed

Full Text:

PDF

References


PT. Kaltim Prima Coal. 2017. Prima Nirbhaya Fatality Prevention Element

09 Haul Road Manual, Sangatta: PT. Kaltim Prima Coal.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. 2018.

Kepmen 1827K/MEM/30/2018, Jakarta: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.


Article Metrics

Abstract view : 97 times
PDF - 56 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.