DARO ZERO ACCIDENT MINDSET (a-ZAM), STRATEGI MENUJU PENINGKATAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PT ADARO INDONESIA

Darmawan Saputra Setiawan, Jamri Langoy, Didik Tri Wibowo, Suhernomo Suhernomo

Abstract


Sebagian perusahaan yang bergerak di industri pertambangan memiliki
paradigma bahwa kecelakaan di industri pertambangan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, bukan saja menerima adanya kecelakaan kerja justru sebagian perusahaan mengantisipasinya dengan membuat target berapa banyak kecelakaan yang boleh terjadi (objective). Secara tidak langsung bahwa target ini mengizinkan ada beberapa pekerja yang boleh mengalami kecelakaan setiap tahunnya, tentu secara moral hal ini tidak dapat dibenarkan. PT Adaro Indonesia berkomitmen meminimalkan risiko tersebut menggunakan pengendalian secara strategis yang menitik beratkan pada cara berfikir (mindset) dari pada target jumlah kecelakaan yang selama ini dicanangkan setiap tahunnya yang disebut dengan Adaro Zero Accident Mindset (a-ZAM) dengan tujuan untuk menumbuhkan pola pikir selamat dalam usaha peningkatan budaya K3. Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tercermin pada perilaku aman pekerja memegang peranan penting dalam mewujudkan visi perusahaan, selain itu juga budaya K3 menentukan bagaimana praktik keselamatan benar-benar dilakukan di tempat kerja. Menurut Ramsey, perilaku kerja yang aman atau terjadinya perilaku tidak aman dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yaitu : pengamatan (perception),kognitif (cognition), pengambilan keputusan (decision making) dan kemampuan (ability). Keempat faktor tersebut merupakan suatu proses yang sekuensial mulai dari yang pertama hingga yang terakhir. Bila ke empat tahapan ini dapat berlangsung dengan baik maka akan dapat terbentuk suatu perilaku yang aman. Berdasarkan hal tersebut berbagai macam pendekatan dijalankan untuk mendukung Adaro Zero Accident Mindset yang tertuang di dalam 4 (empat) pilar a-ZAM yaitu budaya a ZAM, sistem manajemen, kompetensi dan implementasi. Sasaran Adaro Zero Accident Mindset (a-ZAM) adalah merubah pola pikir pekerja agar berniat dan berpikir selamat sebelum melakukan pekerjaan.

Keywords


Berpikir Selamat, Zero Accident Mindset, Budaya K3, Zero Accident

Full Text:

PDF

References


Farooqui, Rizwan U. 2011. Achieving Zero Accidents – A Strategic

Framework for Continuous Safety Improvement in the Construction

Industry. FIU Electronic Theses and Dissertations. Paper 392.

Minerba. 2016. Minerba dalam angka tahun 2011-2016, Dirjen Minerba,

Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral.

Prof. Gerard I.J.M. Zwetsloot PhD. 2015. Success factors for the

implementation of a Zero Accident Vision (ZAV), TNO for Life.

Netherland

Keith Butler.2017. Zero Harm: Myth or Reality. Faculty of Health

Queensland University of Technology

Ridwan Z Syaaf. 2007. Konsep dan teori-teori perilaku dalam bidang

keselamatan dan kesehatan kerja. Universitas Indonesia

Argha. 2014. Laporan Assessment Safety Culture PT Pama Persada

Nusantara-Adaro

Argha. 2014. Laporan Assessment Safety Culture PT Saptaindra Sejati -

Adaro Tahun 2014, Tanjung-Kalimantan Selatan

Benjamin O.Alli. 2001. Fundamental Prinsiples Of Occupational Health

and Safety. International Labour Organization- Geneva

Kortleven, Willem. 2016. The corporate quest for zero accident: a case

study into the response to safety transgresseions in the industrial sector.

Departement of political Science and public administration, vrije

universitiet Amsterdam, the Netherlands

Dekker.S.Z.W, 2014. Zero vision and western salvation narrative.

Elsevier Ltd

Andrew Hopkins. 2002, Safety Culture, Mindfulness and Safe Behaviour:

Converging ideas?. Working paper 7, National research center for OHS

regulation. Australia


Article Metrics

Abstract view : 448 times
PDF - 2657 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.19

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.