PROGRAM KESADARAN BAHAYA MERKURI DAN SIANIDA DI DAERAH LINGKAR TAMBANG: STUDI KASUS DAERAH KAO TELUK, MALIFUT DAN KAO, HALMAHERA UTARA

Authors

  • B. Sulistijo Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumberdaya Bumi Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No.10 Bandung
  • Chusharini Chamid Prodi Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No. 1 Bandung
  • Electronita Duan Politeknik Perdamaian Halmahera, Jl. Raya Tobelo, Tobelo
  • Johana Tandisalla Politeknik Perdamaian Halmahera, Jl. Raya Tobelo, Tobelo
  • Razak Karim Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Jl. KH Ahmad Dahlan No 100, Ternate,
  • Ruslan Umar Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Jl. KH Ahmad Dahlan No 100, Ternate,
  • Nurany Nurany Fakultas Teknik Universitas Negeri Khairun, Jl. Pertamina kampus II Ternate
  • Suyeti Amir Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Halmahera Utara, Jl.Kawasan Pemerintahan, Tobelo
  • Steven Ewamony Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Halmahera Utara, Jl.Kawasan Pemerintahan, Tobelo

Keywords:

Merkuri, Sianida, Tambang Rakyat, Kesadaran Bahaya Tambang.

Abstract

Daerah lingkar tambang adalah daerah yang sangat rentan untuk tumbuhnya pengolahan emas dengan menggunakan metode amalgamasi dan sianidasi yang diinisiasi oleh masyarakat pendatang. Oleh fungsi waktu akhirnya masyarakat lokal menguasai teknologi amalgamasi dan sianidasi. Aktifitas ini semakin marak jika bijih emas mempunyai sifat yang cocok untuk diolah dengan amalgamasi dan dilanjutkan dengan sistem sinaidasi. Tambang rakyat ini merupakan isu yang kompleks, dan sama halnya dengan yang terjadi di berbagai negara lain, umumnya orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tambang jenis ini di Kao teluk, Malifut dan Kao kabupaten  Halmahera Utara merupakan orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan tidak memiliki alternatif mata pencaharian yang lain yang lebih baik. Menjadi tanggungjawab bagi setiap individu dalam masyarakat untuk memberikan pengetahuan pada orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tambang rakyat dan tambang skala kecil ini dalam praktik penggunaan merkuri dan sianida dengan aman. Metode ini telah berhasil dengan baik dengan melibatkan lebih dari 900 orang mulai dari anak-anak SD, SMP dan SMA yang orangtuanya/keluarganya terlibat dalam pengolahan emas, Puskemas, Remaja Gereja, Jemaat Gereja, Ibu-ibu Pengajian, Puskemas, Ibu-ibu di enclove pengolahan emas serta penambangan emas itusendiri. 

Terbentuknya penyuluh-penyuluh untuk pertambangan emas traditional yang mengerti adat dan bahasa lokal sangat penting dan lebih efektif jika didukung bahan-bahan penyuluhan yang kominikatif yang mengacu kepada adat dan kegiatan local.

References

---------------, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomer 202

tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan

Pertambangan Bijih dan atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga.

Perda No 09/2012, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2012-2032.

Malifut Dalam Angka,2016

Halmahera Utara Dalam Angka 2018

Maluku Utara Dalam Angka 2017

International Cyanide Management Code 2018

Chamid, Chusharini, dkk 2000, “Pengujian dan Penyempurnaan Rancangan Retort Merkuri Tepat Guna Untuk Pertambangan Emas Rakyatâ€, Laporan Penelitian, LPPM UNISBA.

Chamid, Chusharini, dkk 2002, “Sosialisasi Retort Merkuri Tepat Guna

Pada Unit Pertambangan Emas KUD Mekarjaya, Cineam, Tasikmalayaâ€,

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM UNISBA.

D’Hondt, L, Konflik Pertambangan di Maluku Utara:Mencari Keadilan di

antara keuntungan, identitas adat dan lingkungan, Chapter 10, 2011

Edward, Pengamatan kadar Merkuri di Perairan Teluk Kao (Halmahera) dan Perairan Anggai (teluk Obi) Maluku Utara, Makara, Sains, Volume 12 No 2, November 2008, Page 97-101.

Gustin, D et all, Politik Ruang dan Perlawanan:Kisah Konflik atas Ruang

Di tingkat Lokal,â€Dampak Kebijakan ruang Terhadap Perempuan di

Lingkar Ruang Tambang NHM, Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif,2014

Simange, S.M, Penyebaran Merkuri dan Sianida Akibat Usaha

Pertambangan Emas di Daerah Telok Kao, Kabupaten Halmahera

Utara,Jurnal Agroforestri X Nomer 2 Juni 2015

Sulistijo, Budi. Totok D., Teti I., Meky A. Peningkatan Desa Tertinggal di

Beberapa Desa Perbatasan Papua New Guinea Melalui Penyuluhan

Pertambangan Plus. Pertemuan Perhapi, Jakarta 29 Agustus 1996

U.S. Environmental Protection Agency, 1995, “Integrated Risk Information System; case of Mercury Elementalâ€,

USGS, 2000, “Mercury in the Environmentâ€.

Veiga. M.,Marcello, 1997, “Introducing New Technologies for Abatement of Global Mercury Pollution in Latin Americaâ€, CETEM-Centro de

Tecnologia Mineral, Cidade Universit’aria,I. do Fundao, Rio de Janeiro,

Brazil.

Downloads

Published

2019-09-01