PENERAPAN METODE BIOREMEDIASI DAN FITOREMEDIASI PADA REKLAMASI LOW WALL PIT PERI, PT KALTIM PRIMA COAL

Niko Gusprastomo, Agung Febrianto, Wahyu Wardana, Kris Pranoto

Abstract


Kegiatan penambangan pada akhirnya akan menyisakan lubang tambang (void)
dan dinding-dinding lubang tambang. Low Wall merupakan dinding lubang
tambang dengan sudut kemiringan searah lapisan batu bara, sedangkan High
Wall merupakan dinding lubang tambang dengan arah sebaliknya. Keduanya
akan tetap nampak di atas permukaan air void dan menjadi bagian dari kewajiban reklamasi. Low Wall Pit Peri seluas ± 6 ha memiliki sudut kemiringan 26 % dengan sifat kimia tanah: miskin zat organik, pH masam, kandungan batuan pembentuk asam (PAF) tinggi, serta rendahnya nilai KTK (kapasitas tukar kation) dan kejenuhan basa. Kondisi tersebut tergolong lahan kritis sehingga memerlukan rekayasa khusus dalam melakukan reklamasi.
PT KPC telah melakukan reklamasi-revegetasi di Low Wall Pit Peri dengan
kombinasi metode bioremediasi dan fitoremediasi. Tahapan reklamasi diawali
pembersihan permukaan carbonaceous untuk mengurangi tereksposnya batuan
PAF, penyiapan media tanam bioremediasi, dan penanaman fitoremediasi.
Metode ini cukup efektif memperbaiki sifat kimia tanah. Terbukti pada umur ±
11 bulan setelah tanam, pohon turi telah mencapai ketinggian rata-rata ± 1,5 m
dan rumput signal grass mampu menutupi mayoritas areal yang ditabur.

Keywords


Reklamasi-revegetasi, Low Wall, Bioremediasi, Fitoremediasi

Full Text:

PDF

References


Alexander, M. 1977. Introduction to Soil Mycrobiology. 2nd Ed. John Wiley and Sons. New York. 467 p.

Alkorta, I., Hernandez-Allicia,. J., Becerril, J.M., Amezaga,. I., Albizu, I.,Garbisu, C., 2004a. Recent findings on the Phytremediation of Soils Contaminated with Environmentally Toxic Heavy Metals and Metalloids such as Zinc, Cadmium, Lead, and Arsenic. Rev. Environ. Sci. Biotochnol. 2, 71-91.

Balik, J., Vanek, V., Pavilova, D. 2005. Function of Ca in Plant and Soil. In : Proc. 11th Int. Conf. Reasonable use of fertilizer, Czech University of Argiculture in Parague.

Budiyanto, M,A,K. 2002 Mikrobiologi Terapan. Universitas Muhamadiyah

Malang.

Cookson, J.T. 1995. Bioremediation Engineering Design and Application,

McGraw-Hill, New York.

CPIS (Centre for Policy and Implementation Studies) dan Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. (1991). Penelitian dan Pengembangan Pupuk Kompos Sampah Kota. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian.

Dent, D. 1986. Acid sulphate soils: a basaline for research and development. Wageningen, The Netherlands.

Eriksson, KEL, R.A. Blanchette, and P. Ander. 1989. Microbial and Enzymatic Degradation of Wood and Wood Components. Springer-Verlag Heildeberg. New York.

Gautama, S. Rudy. 2012. Pengelolaan Air Asam Tambang. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Bandung

Hanafiah, K.A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT, Raja Grafindo Persada.

Jakarta.

Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Edisi III. PT. Mediyatama Sarana

Perkasa. Jakarta.

Hillel, D. 1982. Introduction to Soil Rhysics. Academic Press., Inc. San Diego, California. https://en.wikipedia.org/wiki/Carbon

Indriani , Y. H., 200 7. Membuat Pupuk organik Secara Singkat , Penebar Swadaya, Jakarta.


Article Metrics

Abstract view : 326 times
PDF - 270 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.23

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.