Mekanisme Operasi Pintu Air Ulin pada Dua Bilik Labirin dalam kaitan untuk penentuan rencana perawatan Kolam Asparaga Bravo

Kiagus Nirwan, ST, MBA

Abstract


Dalam pelaksanaan tata kelola air limbah di tambang diperlukan tahapan
perencanaan yang memadai dengan tujuan untuk memastikan implementasi
operasional pengelolaan air dapat berjalan konsisten dan efektif. Hal ini akan erat kaitannya dengan penyedian struktur bangunan kolam pengendap untuk mengatur kuantitas dan kualitas air limbah dari tambang sebelum dialirkan ke sungai. Dari proses ini team yang terlibat mengajukan konsep konfigurasi kolam untuk mengantisipasi air limpasan dari DTA (daerah tangkapan air) tertentu. Salah satu konsep konfigurasi kolam yang menjadi percontohan adalah Kluster Aspharaga. Kluster Asparagha pond direncanakan dan dikonstruksi untuk mengantisipasi luas daerah tangkapan air seluas 323.6 hektar dengan mengkonfigurasi bentuk kolam bendung dibagian hulu sebagai struktur pengatur debit (Aspharaga Alpha) dan kolam labirin dengan dua bilik di bagian Hilir sebagai struktur percepatan pengendapan (Aspharaga Bravo).
Terkiat dengan strategi percepatan pengandapan pada kolam polishing Asparaga
Bravo dikonstruksi masing masing terdapat 2 tampungan dengan kapasitas
tampungan pada RL23.6 sebesar 22.5 kbcm dan pada RL24.2 sebesar 33.5 kbcm. Dan pada labirin ini pula dilengkapi dengan 2 pintu air Ulin (wodden gates way) dengan dimensi 2m x 2m yang dioperasikan pada masing-masing bilik sebagai kontrol pengatur air dan kontrol proses sedimentasi lumpur. Dari data pengujian material insitu (UCCS) diketahui berupa lanau/lempung dengan nilai ukuran perimetric 0.0364 mm sehingga hasil analisis waktu pengendapan partikelsekitar 875 detik dan waktu pengaliran 1.139 jam. Dari proses mekanisme operasi 2 buah pintu air ini diperoleh jadwal perawatan per bilik kolam sehingga operasional tata kelola air secara komprehensif dapat dilakukan.

Full Text:

PDF

References


Reynolds, Tom D. 1977. Unit Operation and Processes in Environmenta

Engineering. Brook/Cole Engineering Division: Monterey, California.

Limantara, Lily Montarcih. 2010. Hidrologi Praktis. Lubuk Agung: Bandung

Imam Subarkah. (1980), “Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air”,

Penerbit Idea Dharma, Bandung.

Partanto Prodjo Sumarto, (1994), “Rancangan Kolam Pengendapan Sebagai

Pelengkap Sistem Penyaliran Tambang”.

Pfleider EP, “Surface Mining”, the American Institude of Mining,

Metallurgical and Petroleum Inc. New York, 1972.

Rudi Sayoga Gautama., (1993), “Sistem Penirisan Tambang”.Kursus

Perencanaan Tambang, Jurusan Teknik Pertambangan, Institut

Teknologi Bandung, Bandung.


Article Metrics

Abstract view : 53 times
PDF - 88 times

DOI: https://doi.org/10.36986/ptptp.v0i0.24

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.