PERBANDINGAN ANTARA MODEL BLOK 3D DENGAN ORDINARY KRIGING DAN MODEL 2D DENGAN POLYGONAL UNTUK ESTIMASI SUMBERDAYA TIMAH ALUVIAL DI PULAU BANGKA
Keywords:
potensi awal, timah aluvial, Ordinary Kriging, Polygonal, estimasi sumberdayaAbstract
Endapan timah aluvial di Blok I dengan luas sekitar 40 Ha di Pulau Bangka bagian urata merupakan lahan bekas tambang rakyat yang litologinya didominasi oleh tanah bekas (tailing), sisa endapan timah aluvial, dan batuan dasar (kong). Sebaran data secara spasial dan secara statistik dianalisis untuk menguji perilaku data pada setiap periode pemboran (1970-an, 1980-an, dan 2010-an). Pemodelan geologi secara 3D dilakukan dengan perangkat lunak Datamine Studio 3 berdasarkan data pemboran yang selanjutnya dilakukan estimasi kadar dengan metode Ordinary Kriging (OK). Ukuran cell dari proto model 3D yang digunakan adalah 10 m × 10 m × 1 m. Untuk estimasi dengan metode OK, maka dilakukan analisis variogram omnidirectional 3D untuk mendapatkan parameter geostatistik seperti nugget variance, sill, dan range dengan fitting model Spherical. Berdasarkan estimasi dengan metode OK didapatkan sumberdaya terukur timah aluvial sebesar 69 ribu m3 dengan kadar rata-rata 8 kg/m3. Sebagai pembanding, dilakukan pemodelan sumberdaya secara 2D dengan metode Polygonal menggunakan bantuan software AutoCAD 2019 (free trial). Estimasi sumberdaya terukur yang didapatkan berupa bijih timah sebesar 96 ribu m3 dengan kadar rata-rata 13.61 kg/m3.References
Amstrong, M., 1998, Basic Linear Geostatistics. New York: Springer.
Arrasyid, B.A., 2017, Pemodelan Tiga Dimensi Sumberdaya Timah
Primer Menggunakan Metode Geostatistik di Blok Batubesi, Kabupaten Belitung Timur, Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Badan Standarisasi Nasional, 2011. Pedoman Pelaporan, Sumberdaya, dan Cadangan Mineral, SNI 4726:2011.
Bohling, G, 2005, Introduction To Geostatistics and Variogram
Analysis, C&PE 940.
David, M., 1977, Geostatistical Ore Reserve Estimation, Elsevier
Scientific Publishing Company, Amsterdam.
Koch, G. S. dan Link, R. F., 1970, Statistical Analysis of Geological
Data, John Wiley & Sons, New York.
Mangga, S. A. dan Djamal, B., 1994, Peta Geologi Lembar Bangka Utara, Sumatera (1114) Sekala 1:250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
Margono, U., Supandjono, RJB., dan Partoyo, E., 1995, Peta Geologi Lembar Bangka Selatan, Sumatera (1112, 1113, 1213) Sekala 1:250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
Matheron, G. M., 1963, Principles of Geostatistics, Economy Geology.
Matheron, G. M., 1971, The Theory of Regionalized Variables and Its Applications, Ecole Nationale Superieure des Mines de Paris.
Ngadenin, N., Syaeful, H., Widana, K. S., Nurdin, M., 2014, Potensi
Thorium dan Uranium di Kabupaten Bangka Barat, Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir, Jakarta.
Osberger, R., 1965, Geologi Pulau Bangka. Tambang Timah Bangka.
Van Bemmelen, R.W., 1970, The Geology of Indonesia. Economic
Geology Second Edition, Nijhoff, The Hague.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

.png)

